Arrow
Arrow
Slider

 

 

 

Currency Rates

NEWS

  • Equity Market

    Market Overview                                                                                                                                        EDR-PO-181119.PDF        

    Equity Market

    Demi menjaga stabilitas nilai tukar rupiah dan memperbaiki defisit neraca berjalan, pemerintah mengeluarkan paket kebijakan ke-16 yang tujuannya untuk perluasan fasilitas pengurangan PPh Badan, relaksasi daftar negatif investasi dan pengaturan devisa hasil ekspor melalui special deposit account. Antisipasi dari pemerintah dan BI dalam menjaga stabilitas perekonomian dalam negeri, diharapkan dapat membuat Indonesia lebih mampu dalam menghadapi tekanan dari eksternal pada tahun depan.

    Rilis data ekonomi Asia pada minggu lalu yang memperlihatkan kinerja positif mendapat respon sebagian besar bursa saham Asia. Indeks acuan bagi manajer investasi yaitu MSCI Emerging Market Asia ( EMMA ) yang menguat sejak awal bulan November menjadi sebuah indikasi signal perbalikan arah EMMA dari sejak awal tahun 2018.  Saat ini pasar sedang menunggu rilis data neraca perdagangan, ekspor dan impor dari Jepang.

    Menguatnya IHSG sebesar 0.95% pada perdagangan Jum’at 16 November 2018 juga diikuti oleh aksi beli investor asing sebesar 1.65 Triliun Rupiah. Pada minggu ini kami juga masih mencermati sektoral pertambangan, perdagangan dan konstruksi. Kami melihat adanya peluang bagi IHSG bergerak mixed pada level 5.990 – 6.050.

    Money & Bond Market

    Kenaikan suku bunga acuan 7DRRR mendapat respon baik pada pasar ekuitas maupun pasar uang. Rupiah diperkirakan bergerak mixed terhadap dollar hari ini. Kami melihat adanya peluang bagi rupiah ditradingkan pada level Rp 14.530/USD - Rp 14.670/USD. Dollar indeks pada hari ini diperkirakan bergerak pada level 96.63 – 97.87.

    Yield Obligasi Pemerintah Indonesia diperkirakan bergerak mixed. Yield obligasi acuan 10 tahun China yang melemah sejak awal tahun 2018 menjadi perhatian kami. Pasalnya pergerakan surat utang negara tirai bambu tersebut bertolak belakang dengan Yield obligasi acuan 10 tahun Indonesia yang terus menguat sejak awal tahun 2018. Stimulus yang belum sesuai ekspektasi mendorong sovereign bond ke level terendah. Jika ini terus berlanjut, kami melihat adanya peluang aliran dana keluar dari China menuju negara emerging market lain. Pada hari ini, kami melihat adanya peluang Yield SUN acuan 10 tahun bergerak pada rentang 7.92% - 8.00%.

    © Pilarmas Investindo Sekuritas

     

     

     

    Written on Monday, 19 November 2018 01:46
  • Equity Market

    Market Overview                                                                                                                                        EDR-PO-181116.PDF        

    Equity Market

    Dari pasar domestik, rilis data neraca perdagangan pada bulan oktober kembali mencatatkan defisit sebesar 1.8 Milyar  USD. Ekspor tumbuh 3.59%  menjadi 15.80 Milyar USD, sedangkan Impor tumbuh 23,66% menjadi 17.62 milyar USD. Peningkatan dari ekspor didapat dari industri pengolahan yang naik 5.71%, sedangkan dari impor pembelian barang modal tumbuh cukup signifikan sebesar 28.58% YoY dan bahan impor baku penolong juga ikut tumbuh sebesar 23.66% YoY. Impor konsumsi kali ini tidak lebih besar daripada bahan baku penolong maupun barang modal. Dalam artian saat ini konsumsi dalam negeri lebih besar pada barang modal maupun bahan baku, kondisi ini cukup baik apabila produktifitas industri riil sektor juga ikut tumbuh.

    Seiringan dengan rilis data fundamental makro domestik kemarin, IHSG ditutup menguat ke level 5.955 atau naik 1.6%. Investor asing mencatatkan pembelian bersih sebesar 1.37 Triliun Rupiah. Kami melihat adanya peluang bagi IHSG bergerak menguat terbatas pada level 5.970 – 5.995.

    Money & Bond Market

    ICBC menarik penawaran pada pasar obligasi dollar di pasar Amerika. Sehingga memberikan tekanan pada pasar obligasi maupun pasar uang di Amerika. Kekhawatiran terhadap perlambatan pertumbuhan ditengah pengetatan kebijakan Fed menjadi salah satu faktor pendorong. Kami melihat adanya peluang bagi dollar indeks hari ini bergerak pada level 96.63 – 97.87.

    Dari RDG kemarin BI menaikkan fasilitas tingkat deposit dari 5% menjadi 5.25%, tingkat pinjaman naik dari 6.5% menjadi 6.75% dan suku bunga acuan 7DRRR naik dari 5.75% menjadi 6%. Keputusan ini diluar ekspektasi pasar yang beranggapan BI tetap menahan suku bunga acuan guna menjaga stabilitas mata uang. Setelah keputusan ini, Rupiah ditutup pada 14.660. Rupiah diperkirakan bergerak menguat terhadap dollar hari ini. Kami melihat adanya peluang bagi rupiah ditradingkan pada level Rp 14.690/USD - Rp 14.580/USD.

    Yield Obligasi Pemerintah Indonesia diperkirakan bergerak menguat. Keputusan BI dalam menaikkan suku bunga, memberikan tekanan terhadap ekspektasi investor pada pasar obligasi. Kami melihat adanya peluang Yield SUN acuan 10 tahun bergerak menguat pada rentang 8.25% - 8.37%.

    © Pilarmas Investindo Sekuritas

     

     

    Written on Friday, 16 November 2018 03:10
  • Equity Market

    Market Overview                                                                                                                                        EDR-PO-181115.PDF        

    Equity Market

    Pasar minyak dunia yang berfluktuatif sejak Oktober memberikan tekanan pada emiten yang bergerak pada bisnis minyak. Kekhawatiran pasar terhadap harga minyak yang melambung tinggi juga diiringi dengan prospek pertumbuhan ekonomi dunia pada 2019 yang diproyeksikan melambat akibat terjadinya perang dagang. Dengan harapan minyak dunia turun dapat mengurangi biaya produksi bagi riil sektor khususnya yang menggunakan bahan bakar minyak dalam operasional bisnis, sehingga produktifitas kembali naik. Turunnya harga minyak juga mendapat respon positif bagi impor dalam negeri yang diharapkan mampu mengurangi defisit neraca berjalan pada kuartal IV 2018.

    Saat ini pasar sedang menunggu rilis data neraca perdagangan, ekspor dan impor Indonesia. BI juga akan mengumumkan kebijakan terkait suku bunga,  deposit facility dan lending facility rate yang diharapkan dapat lebih stabil, sehingga memberikan sentimen positif pada pasar ekuitas. Kami melihat adanya peluang bagi IHSG bergerak mixed cenderung melemah pada level 5.820 – 5.870.

    Money & Bond Market

    Rilis data anggaran pemerintah Amerika kembali mencatatkan defisit pada bulan Oktober. Defisit sebesar 100 Milyar USD sejalan dengan proyeksi konsensus. Berdasarkan data historis, defisit anggaran pemerintah berdampak pada pelemahan dollar. Kami melihat adanya peluang bagi dollar indeks hari ini bergerak pada level 96.90 – 97.15.

    Komitmen BI untuk tetap menjaga stabilitas nilai tukar rupiah mendapat apresiasi dari pasar. Pada RDG kali ini BI diperkirakan masih mempertahankan suku bungan acuan 7DRRR pada level 5.75%. Rupiah diperkirakan bergerak mixed terhadap dollar hari ini. Kami melihat adanya peluang bagi rupiah ditradingkan pada level Rp 14.690/USD - Rp 14.815/USD.

    Yield Obligasi Pemerintah Indonesia diperkirakan bergerak mixed. CDS 5 tahun Indonesia yang meningkat sejak 8 November membuat pasar saat ini cenderung mengamankan sebagian keuntungan. Sehingga berdampak pada meningkatnya Yield pada SUN acuan 10 tahun Indonesia. Kami melihat adanya peluang Yield SUN acuan 10 tahun bergerak pada rentang 8.29% - 8.15%.

    © Pilarmas Investindo Sekuritas

     

     

    Written on Thursday, 15 November 2018 01:59
  • Equity Market

    Market Overview                                                                                                                                        EDR-PO-181114.PDF         

    Equity Market

    Dari pasar global, menjelang pertemuan G20 di Argentina memberikan kekhawatiran tersendiri pada pasar. China mengirimkan pejabat utamanya  ke Washington untuk melakukan negosiasi terkait tujuan Trump dalam perdagangan antar kedua negara. Sebagai informasi, kedua negara telah memberlakukan beberapa tarif atas barang satu sama lain. Tarif impor China senilai 200 Milyar USD meningkat menjadi 25% sejak Januari karena tidak adanya kesepakatan dalam negosiasi. Kami melihat jika ini terus berlangsung akan memberikan dampak yang cukup besar bagi neraca perdagangan dua negara yang juga berdampak pada pertumbuhan perekonomian negara tersebut.

    Indeks acuan Emerging Market Asia ditutup di level 62.22 atau sudah melemah 25.12% sejak awal tahun.  Sentimen perang tarif cukup berdampak pada volatilitas pasar emerging, oleh karena itu perjanjian negosiasi antara China dan Amerika dapat menjadi katalis kuat bagi pergerakan pasar pada umumnya. Kami melihat adanya peluang bagi IHSG bergerak mixed pada level 5.830 – 5.860.

    Money & Bond Market

    Penguatan dollar selama beberapa hari ini menjadi terbatas, seiringan dengan rilis data dari anggaran pemerintah Amerika yang membuat pasar saat ini sedang menunggu sentimen selanjutnya. Kami melihat adanya peluang bagi dollar indeks hari ini bergerak pada level 97.30 – 97.60.

    Dari pasar domestik, Lelang kedua DNDF tenor 1 bulan dari BI dianggap menjadi stimulus bagi rupiah selanjutnya, BI mendapatkan 149 juta USD dari hasil lelang kemarin, pasalnya perkiraan ini melebihi target raihan BI yang sebesar 100 juta USD. Dengan adanya DNDF sebagai instrumen lindung nilai dari rupiah, di harapankan rupiah dapat lebih stabil terhadap pergerakan nilai tukar negara lainnya. Rupiah diperkirakan bergerak mixed cenderung menguat terhadap dollar hari ini. Kami melihat adanya peluang bagi rupiah ditradingkan pada level Rp 14.750/USD - Rp 14.850/USD.

    Yield Obligasi Pemerintah Indonesia diperkirakan bergerak turun. Yield obligasi pemerintah Amerika acuan 10 tahun yang turun mengindikasikan bahwa pasar saat ini sedang menunggu sentimen terkait fundamental ekonomi maupun moneter dari Amerika. Sehingga berdampak pada turunnya Yield pada beberapa negara. Kami melihat adanya peluang Yield SUN acuan 10 tahun bergerak pada rentang 7.90% - 8.00%.

    © Pilarmas Investindo Sekuritas

     

     

    Written on Wednesday, 14 November 2018 03:20
  • Equity Market

    Market Overview                                                                                                                                        EDR-PO-181113.PDF         

    Equity Market

    Dari pasar Asia, Perdana Menteri Jepang meminta program pekerjaan umum baru untuk memberikan stimulus sebesar 87,77 milyar dollar Amerika di tengah meningkatnya kekhawatiran dari risiko perekonomian global yang melambat. Dengan harapan konsumsi dapat meningkat dan menyeimbangkan kenaikan pajak penjualan pada bulan berikutnya.

    Dari pasar global saat ini kami fokus pada pembahasan dari laporan bulanan OPEC. Melihat harga minyak WTI yang sudah turun dari harga tertingginya pada bulan Oktober pada 76.91 USD/Br ke 59 USD/Br atau turun sebesar 22.85% menjadi perhatian kami beberapa minggu ini. Pasalnya menteri Irak dan Arab telah sepakat untuk menstabilkan harga minyak. Pasalnya pada bulan Desember, permintaan untuk ekspor lebih sedikit karena faktor musiman, sehingga Arab akan menurunkan ekspornya sebanyak 500.000 barel pada bulan Desember. Dari Amerika, Presiden Donald Trump tetap berharap agar Saudi Arabia dan OPEC tidak melakukan pengurangan produksi minyak dan ia juga berkata bahwa harga minyak dapat lebih rendah lagi berdasarkan pemintaan pasar, sehingga ini membuat harga minyak kembali berfluktuasi. Pada minggu ini kami akan fokus pada  pergerakan dari emiten pertambangan khususnya emiten terkait minyak dan batubara. Kami melihat adanya peluang bagi IHSG bergerak melemah pada level 5.730 – 5.770.

    Money & Bond Market

    Kebijakan Fed dalam pengetatan moneter dan menetapkan suku bunga stabil di level 2.25% membuat dollar kembali bergerak menguat.  Hal ini juga akan memberikan dampak positif terhadap instrumen investasi di Amerika seperti obligasi dan mata uang dollar. Kami melihat adanya peluang bagi dollar indeks hari ini menguat pada level 97.50 – 98.00. Rupiah diperkirakan bergerak melemah  terhadap dollar hari ini. Kami melihat adanya peluang bagi rupiah ditradingkan pada level Rp 14.780/USD - Rp 14.850/USD.

    Yield Obligasi Pemerintah Indonesia diperkirakan bergerak mixed. Aksi beli investor membuat harga obligasi pemerintah acuan 10 tahun terus menguat. Kami melihat adanya peluang Yield SUN acuan 10 tahun memiliki peluang bergerak pada rentang 7.90% - 8.10%.

    © Pilarmas Investindo Sekuritas

    Written on Tuesday, 13 November 2018 01:34

rss module

Feed not found.

Pilarmas Investindo Sekuritas

PT. Pilarmas Investindo Sekuritas telah mengalami beberapa kali perubahan management. Berdiri pada 22 Mei 1990 dengan nama PT. Bali Capitalindo Sekuritas. Pada tahun 1993 perusahaan berubah nama menjadi PT. Balisecurities. Perseroan telah menjadi Anggota Bursa Efek Indonesia, sejak 22 Mei 1995. Awal tahun 2010 ada pergantian kepemilikan yang diikuti dengan adanya perubahan manajemen. Sesuai dengan perubahan kepemilikan dan pengurus perseroan, maka mulai 15 April 2010 perseroan berganti nama dari PT Bali Securities menjadi PT. Pilarmas Investindo Sekuritas.

 

BOARD OF MANAGEMENT

ARCHIED NOTO PRADONO
Commissioners

ANFARUDIMAN SURYA SUNARDI
President Director

HENDRIEK GUNAWAN
Director

YEO HERLINA
Director

 

 
 

Vision

Menjadi sekuritas yang handal, terpercaya dan memberikan solusi finansial yang menguntungkan bagi nasabahnya

Mission 

Meningkatkan pendapatan perusahaan demi memberikan kepercayaan para stakeholder dalam mendukung aktifitas perusahaan di pasar modal Indonesia. Membentuk SDM yang berkualitas ,profesional dan berintegritas dalam mendukung kemajuan perusahaan.

 

 

       

Download

Java For MAC

Java For Windows

 

Contact Us

Address:
Sona Topas Tower 10th Floor
Jl. Jend Sudirman Kav 26 
Jakarta 12920 Indonesia

Phone : +6221-2506233

Fax     : +6221-2506232

http://www.pilarmas-investindo.com

   

 

© 2017 PT Pilarmas Investindo Sekuritas. All Rights Reserved.

Please publish modules in offcanvas position.